HORASS...!!!!
Begitulah
sapaan khas tempat atau kampung kami. Maknanya banyak. Bisa berarti, “Apa Kabar”
, “Semoga Selamat Sampai Tujuan”, “Semoga sehat selalu” , dan banyak lagi
maksud baik dalam kata tersebut. Satu kata tapi punya banyak makna.
Dan
tak terasa, sudah 6 tahun aku di tanah rantau ini. Jakarta, Ibukota yang konon
terkenal kejam. Tampak dari banyaknya kehidupan orang yang dibawah garis
kemiskinan. Tapi apa boleh dikata, di kampung lapangan pekerjaan tak mencukupi,
membuat banyak orang-orang yang datang ke ibukota cari pekerjaan dan
pendidikan.
Saya
adalah salah satu contoh orang yang asli dari kampung, sekolah dan berencana
mengadu nasib di perantauan ini. Suka duka yang anak rantau rasakan sangat
banyak. Contohnya, disaat sakit, tidak ada keluarga yang merawat. Disaat keluarga
besar berkumpul di kampung, kami anak rantau ini terkadang Cuma bisa gigit jari
, meringis tak bisa pulang.
Orang
batak, dikenal dengan sistem kekerabatan yang kuat. Untuk orang yang bukan
keluarga saja, kami merasa seperti saudara di tanah perantauan. Walaupun semua
suku mempunyai kekerabatan yang kuat, tapi orang batak Unik. Keunikannya adalah
, tersematnya Marga dalam akhiran nama kami. Marga adalah penanda, dari
keturunan nenek moyang mana kita berasal.
Jika
orang batak ketemu dengan yang satu marga, dapat dipastikan, mereka bisa dekat
dengan orang baru tersebut. Hal ini karena ada kepercayaan, kami satu darah
atau bersaudara. Walaupun orang batak pada umumnya dikenal keras dalam
berbicara dan bersikap, tapi pada dasarnya, orang batak seperti suku-suku lain.
Mempunyai hati yang lembut. Cuma terkadang penyampaian orang batak aja yang
kalau orang Alay mengatakan “Lebay”.
Maaf
, Tulisan ini saya buat karena saya bingung bikin artikel apa lagi dalam tugas
Kuliah bahasa Indonesia. Mudah-mudahan dosen saya maklum..
Hihihihihihihihi
Sekian Tulisan yang tidak seberapa ini.
Maaf kalau banyak kekurangan dalam bahasa dan gaya penulisan.
Terima Kasih.
HORAS..!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar